Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Sebagai badan usaha diwadahi reksa communiation. Sebagai lembaga sosial, Reksa Institute menjadi ajang solidaritas kami. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajian situs-situs atau blog yang kami kelola.

(Ngaji of the Day) Pentingnya Musyawarah dan Istikharah Sebelum Membuat Keputusan Penting

Pentingnya Musyawarah dan Istikharah Sebelum Membuat Keputusan Penting   Allamah Sayyid Abdullah al-Haddad mengingatkan pentingnya musya...

Pentingnya Musyawarah dan Istikharah Sebelum Membuat Keputusan Penting

 

Allamah Sayyid Abdullah al-Haddad mengingatkan pentingnya musyawarah dan istikharah sebelum membuat keputusan dalam urusan-urusan penting, seperti bepergian jauh, mencari jodoh (menikah), dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana beliau jelaskan dalam kitab beliau berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 114) sebagai berikut:

 

(وعليك) إذا أردت الشروع في أمر مهمّ كالسفر والزواج ونحوهما بمشاورة من تثق بمعرفته وأمانته من إخوانك، ثم إذا صادفَتْ إشارته ما في النفس فعليك بصلاة ركعتين من غيرالفريضة بنية الاستخارة، وادعو بعدهما بالدعاء المشهور. قال عليه الصلاة والسلام: "ما خاب من استخار وما ندم من استشار". 

 

Artinya, “Setiap kali engkau bermaksud memulai urusan penting seperti bepergian jauh, menikah, dan sebagainya, hendaknya engkau bermusyawarah atau berdiskusi dengan saudara-saudara atau teman-teman yang engkau percaya terhadap kearifan dan amanahnya. Jika sarannya memperoleh sambutan dalam hatimu, lakukanlah shalat sunnah dua rakaat dengan istikharah. Setelah itu bacalah doa istikharah yang masyhur seperti yang diajarkan Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan gagal siapapun yang melakukan istijharah dan tidak akan menyesal siapa saja yang suka bermusyawarah.”

 

Dari kutipan tersebut dapat diuraikan hal-hal sebagai berikut:

 

Pertama, dalam urusan-urusan penting yang menyangkut keselamatan jiwa, masa depan, dan sebagainya, seperti bepergian jauh, mencari pekerjaan, atau mencari jodoh (menikah), kita tidak sebaiknya membuat keputusan sendiri tanpa melibatkan orang-orang dekat kita, seperti sanak saudara atau orang-orang dekat seperti teman-teman dan para guru. Hal ini karena sebagai makhluk sosial kita tidak sebaiknya mengabaikan keterkaitan kita dengan mereka. 

 

Ketika kita hendak menempuh perjalanan jauh ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri dengan tujuan mencari pekerjaan atau berdakwah, misalnya, masukan-masukan dari orang-orang dekat kita yang memang memiliki kapasitas keilmuan atau pengalaman, baik yang setuju maupun tidak setuju, perlu dipertimbangkan. Hal ini karena kita sebagai manusia memiliki keterbatasan dalam banyak hal dalam menatap masa depan sehingga memerlukan bantuan apapun wujudnya dari orang lain.

 

Terlebih dalam kaitan dengan memilih jodoh atau menikah, membicarakan masalah itu sebelumnya dengan kerabat dekat khususnya kedua orang tua sangat penting. Hal ini karena pernikahan sesungguhnya tidak semata-mata merupakan urusan pribadi dengan pribadi lain tetapi sekaligus merupakan urusan keluarga dengan keluarga lain. Dengan kata lain pernikahan juga merupakan penggabungan dua keluarga atau bahkan lebih sehingga memerlukan sikap hati-hati agar tidak salah melangkah. 

 

Kedua, hasil konsultasi atau musyawarah dengan orang-orang dekat sebagaimana disinggung di atas tidak serta merta kita jadikan keputusan final sebab sebagai makhluk individual kita pun memiliki keterikatan dengan Sang Pencipta. Apalagi dalam setiap rakaat shalat kita selalu menyatakan ikrar hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan sebagaimana terkandung dalam surat Al-Fatihah ayat 5 sebagai berikut: 

 

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

 

Artinya,“ Hanya Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

 

Melaui shalat istikharah kita mengomunikasikan hasil-hasil musyawarah atau diskusi itu kepada Allah subhanahu wata’ala, disertai doa istikharah seusai shalat sebagai berikut:

 

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ. 

 

Artinya,”Ya Alah aku memohonkan pilihan-Mu untukku dengan ilmu-Mu dan aku memohon kepada-Mu yang agung, karena Engkau Kuasa sedangkan aku tak berkuasa. Enkau mengetahui sedang aku tak mengetahui. Engkaulah yang Maha Mengetahui Segala yang gaib. Ya Allah jika, jika menurut pengetahuan-Mu urusan ini lebih baik bagiku dalam agamaku dan kehidpanku di masa sekarang dan akan datang, maka tetapkanlah ia dan mudahkanlah untukku dan berkatilah ia untukku. Banun, jika menurut pengetahuan-Mu, urusan ini tidak baik untukku dalam agamaku dan kehidupanku di masa sekarang dan akan datang, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkankah aku darinya dan tetapkanlah kebaikan bagiku di mana ia berasa, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”(HR. Bukhari). 

 

Hasil istikharah bisa dirasakan melalui kemantapan hati, atau melalui mimpi dengan isyarat atau simbol-simbol tertentu. Jika dirasa sulit memaknainya, maka bisa didiskusikan dengan orang-orang dekat yang paham makna hal-hal seperti itu. Jika masih ada keraguan, istikharah bisa diulang dua atau tiga kali. Setelah itu bisa diambil keputusan final. 

 

Demikianlah adab yang sebaiknya kita lalui sebelum membuat keputusan penting sebagaimana nasihat Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Intinya adalah memadukan antara adab kepada sesama manusia dan adab kepada Allah subhanahu wata’ala dan tidak mempertentangkannya. []

 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.

COMMENTS

Nama

AHY,1,BamSoet,3,Cak Imin,1,Do'a of the Day,16,Fadli Zon,1,Fragmen of the Day,3,Haedar Nashir,1,Hikmah of the Day,5,Kang Komar,1,Khofifah,1,Khotbah of the Day,12,KHUTBAH JUMAT,1,Mice Cartoon,1,Nasaruddin Umar,16,Ngaji of the Day,84,Ramadhan of the Day,28,Yudi Latif,1,Zuhairi,3,
ltr
item
bapenpis: (Ngaji of the Day) Pentingnya Musyawarah dan Istikharah Sebelum Membuat Keputusan Penting
(Ngaji of the Day) Pentingnya Musyawarah dan Istikharah Sebelum Membuat Keputusan Penting
bapenpis
https://bapenpis.blogspot.com/2020/06/ngaji-of-day-pentingnya-musyawarah-dan.html
https://bapenpis.blogspot.com/
https://bapenpis.blogspot.com/
https://bapenpis.blogspot.com/2020/06/ngaji-of-day-pentingnya-musyawarah-dan.html
true
3558818566250152299
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy