Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Sebagai badan usaha diwadahi reksa communiation. Sebagai lembaga sosial, Reksa Institute menjadi ajang solidaritas kami. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajian situs-situs atau blog yang kami kelola.

(Hikmah of the Day) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: Perpecahan, Akar Runtuhnya Negara

Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: Perpecahan, Akar Runtuhnya Negara Setelah menyeru tentang pentingnya menjalin hubungan dengan landasan satu...

Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: Perpecahan, Akar Runtuhnya Negara


Setelah menyeru tentang pentingnya menjalin hubungan dengan landasan satu wadah nasionalisme negara bangsa, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kesempatan pidatonya yang dirangkum dalam Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama menjelaskan lebih lanjut tentang bahaya dari suka memperuncing masalah dan tercerai-berai. Di antara pidatonya adalah dengan menukil pendapat Imam al-Suyuthi sebagai berikut:

 

فإن الإجتماع والتعاون والإتحاد والتآلف هو الأمر الذي لايجهل أحد منفعته، كيف وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "يد الله مع الجماعة، فإذا شذ الشاذ منهم اختطفته الشياطين كما يختطف الذئب من الغنم"

 

Artinya, “Sesungguhnya, sikap sosial, saling tolong-menolong, menjaga persatuan, kasih sayang dengan sesama adalah fakta yang tiada seorang pun tidak mengetahui manfaatnya. Bagaimana mau menolak, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bersabda: “Kuasa Allah bersama jamaah (persatuan). Maka dari itu, berpisah dari jamaah (persatuan), merupakan pintu masuk bagi setan-setan untuk memangsanya sebagaimana serigala yang memangsa kambing yang terpisah dari rombongannya.” (KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Muqaddimah Qanun Asasi NU, hal. 23).

 

Dalam kesempatan ini, Hadratussyekh menyitir banyak pendapat dari ulama dan atsar shahabat. Melanjutkan dari menukil pernyataan al-Suyuthi di atas, selanjutnya, beliau menyampaikan:

 

إن الله يرضى لكم ثلاثا ويكره لكم ثلاثا، فيرضى لكم أن تعبدوه ولاتشركوا شيئا، وأن تعتصموا بحبل الله جميعا ولاتفرقوا، وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم ، ويكره لكم قيل وقال ، وكثرة السؤال، وإضاعة المال.

 

Artinya, “Sesungguhnya Allah meridhai untuk kalian tiga perkara dan tidak menyukai untuk kalian tiga hal. Allah meridhai untuk kalian (1) menyembah kepada-Nya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun. (2) Allah ridha jika kalian berpegang teguh pada talinya secara bersama-sama dan tidak menyukai perpecahan. (3) Allah meridhai kalian saling memberi nasihat terhadap orang yang diutusnya untuk mengurus urusan kalian. Allah tidak menyukai untuk kalian melakukan (1) saling berbantah-bantahan, (2) banyak permintaan, dan (3) menyia-nyiakan harta” (KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Muqaddimah Qanun Asasi NU, hal. 23).

 

‘Menyia-nyiakan harta’ (idla’atu al-mal) masuk dalam bagian yang diperingatkan oleh beliau, mengingat dalam ketercerai-beraian, ada banyak harta yang menjadi terbuang sia-sia karena dihancurkan, baik oleh penjajah kolonial maupun oleh bangsanya sendiri, seperti perusakan, perampokan dan mengambil hak orang lain tanpa hak. Ini adalah bagian dari yang tidak disukai dan tidak diridhai oleh Allah.

 

Selanjutnya, Hadratussyekh menyitir sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan sanad sahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu:

 

لاتحاسدوا، ولاتناجشوا، ولاتباغضوا، ولاتدابروا، ولايبيع بعضكم على بيع بعض، وكونوا عبادالله إخوانا، رواه مسلم

 

Artinya: “Jangan kalian saling iri dan dengki, jangan saling memprovokasi, serta jangan saling membenci, saling memalingkan punggung, membeli barang yang sudah dibeli oleh sesama kalian. Jadilah kalian bersama-sama dengan hamba Allah yang lain seperti saudara” (HR Muslim).

 

Tidak lupa beliau menyitir sebuah syi’ir sebagai perumpamaan:

 

إنما الأمة الوحيدة كالجســ × ــم وأفرادها كالأعضـــــــــــاء كل عضو له وظيــفة صنع × لاترى الجسم عنه في استغناء

 

“Sesungguhnya persatuan umat itu menyerupai jasad yang satu. Tiap-tiap individu menyerupai anggotanya. Setiap anggota tubuh baginya tugas yang harus dilakukan, yang tubuh tidak tahu bagaimana ia bisa melengkapi.”

 

Dalam bagian akhir Muqaddimah Qanun Asasi ini, beliau menyampaikan sebuah seruan mengenai bahayanya perpecahan. Beliau menyampaikan:

 

فالتفرق سبب الضعف والخذلان والفشل في جميع الأزمان، بل هو مجلبة الفساد، ومطية الكساد، وداعية الخراب والدمار، وداهية العار والشتار، فكم من عائلات كبيرة كانت في رغد من العيش، وبيوت كثيرة كانت آهلة بأهلها، حتى إذا دبت فيهم عقارب التنازع وسرى سمها في قلوبهم وأخذ منهم الشيطان مأخذه تفرقوا شذر مذر فأصبحت بيوتهم خاوية على عروشها.

 

Artinya, "Memperuncing perbedaan adalah sebab bagi timbulnya kelemahan, kekalahan, dan kegagalan suatu negara, kapan pun itu terjadi. Bahkan, perpecahan merupakan akar bagi banyak timbulnya kerusakan, krisis multi dimensi, keruntuhan dan robohnya sendi negara, serta akar bagi lahirnya jiwa-jiwa yang hina dan nista. Berapa banyak contoh sudah, keluarga besar yang semula hidup makmur, rumah tangga hidup rukun sesama anggota keluarga lainnya, namun semenjak keluarga itu dihinggapi rasa suka memperuncing masalah yang bagaikan kalajengking dengan bisanya yang meracuni hati dan perasaan mereka, maka setan pun melakukan perannya, memporak-porandakan kerukunan mereka dan meluluhlantakkannya.” (KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Muqaddimah Qanun Asasi NU, hal. 23).

 

Dengan menyitir maqalah dari Sayyidina Ali karammallahu wajhah, beliau menyampaikan:

 

إن الحق يضعف بالإختلاف والإفتراق، وإن الباطل قد يقوي بالإتحاد والإتفاق

 

Artinya, “Sesungguhnya perkara yang haq dapat berubah menjadi lemah disebabkan banyaknya perbedaan dan perpecahan. Demikian sebaliknya, perkara yang bathil dapat berubah menjadi kuat disebabkan karena persatuan dan kekompakan mereka.” (KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Muqaddimah Qanun Asasi NU, hal. 23).

 

Mungkin, pernyataan Sayyidina Ali karamallahu wajhah ini menyerupai sebuah adagium yang akhir-akhir ini marak disebarkan. Bahwa: “Kebohongan yang diulang-ulang akan berubah menjadi kebenaran yang diakui bersama.” Dan ini yang merupakan bagian yang diperingatkan oleh Hadratussyekh dan mendapatkan penekanan dalam beberapa bagian. Walhasil, persatuan penting dijaga, dan sebab bagi timbulnya perpecahan bangsa bersifat wajib untuk dihindari. Karena bangsa ini utuh dengan bersatunya warganya, dan bisa pecah dan runtuh juga disebabkan oleh perpecahan warganya. Wallahu a’lam bish shawab. []

 

Ustadz Muhammad Syamsudin, Tim Peneliti Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

COMMENTS

Nama

AHY,1,BamSoet,3,Cak Imin,1,Do'a of the Day,16,Fadli Zon,1,Fragmen of the Day,3,Haedar Nashir,1,Hikmah of the Day,5,Kang Komar,1,Khofifah,1,Khotbah of the Day,12,KHUTBAH JUMAT,1,Mice Cartoon,1,Nasaruddin Umar,16,Ngaji of the Day,84,Ramadhan of the Day,28,Yudi Latif,1,Zuhairi,3,
ltr
item
bapenpis: (Hikmah of the Day) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: Perpecahan, Akar Runtuhnya Negara
(Hikmah of the Day) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: Perpecahan, Akar Runtuhnya Negara
bapenpis
https://bapenpis.blogspot.com/2020/06/hikmah-of-day-hadratussyekh-hasyim.html
https://bapenpis.blogspot.com/
https://bapenpis.blogspot.com/
https://bapenpis.blogspot.com/2020/06/hikmah-of-day-hadratussyekh-hasyim.html
true
3558818566250152299
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy